Journey

Pengalaman Mengikuti Lomba Pidato Bahasa Mandarin di Tiongkok

on
December 28, 2019

Pengalaman Mengikuti Lomba Pidato Bahasa Mandarin di Tiongkok – Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Saat kuliah di Tiongkok, saya dan mahasiswa internasional lainnya diwajibkan untuk belajar bahasa Mandarin, karena bahasa Mandarin merupakan bahasa pengantar atau bahasa yang akan digunakan dalam proses pembelajaran kuliah di sana. Apabila tidak menguasai bahasa Mandarin, setidaknya dasar-dasar bahasa sehari-hari, maka bisa jadi kita akan kesulitan untuk mengikuti proses perkuliahan.

Hingga mengharuskan saya dan teman-teman lainnya untuk giat dalam belajar bahasa Mandarin. Akhirnya pada tahun kedua proses perkuliahan, saya dikabari oleh dosen internasional saat itu bahwa ada perlombaan pidato dalam bahasa Mandarin tingkat provinsi Jiangsu khusus untuk mahasiswa internasional dari berbagai negara yang belajar di provinsi tersebut.

Tahap pertama yaitu saya diminta untuk membuat video singkat tentang perkenalan diri, tujuan belajar bahasa Mandarin, dan ketertarikan pada budaya di Tiongkok. Setelah membuat beberapa paragraf perkenalan dalam bahasa Mandarin, sayapun langsung meminta tolong kepada teman untuk membantu dalam proses rekaman videonya. Singkat cerita, videonya akhirnya pernah saya upload ke Youtube pada link berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=p3YJ-kz6Snc (jangan lupa subscribe channelnya ya! Hehehe).

Pada video itu saya mengangkat budaya kaligrafi aksara Mandarin
Pada video itu saya mengangkat budaya kaligrafi aksara Mandarin

Selanjutnya video tadi akan diseleksi oleh panitia lomba, dari banyak peserta atau mahasiswa dari berbagai negara yang mengupload videonya masing-masing. Alhamdulillah, video sayapun dinyatakan lolos tahap seleksi saat itu, dan bisa melanjutkan pada perlombaan yang sebenarnya.

Tepat pada tanggal 18 Mei 2017, sayapun mengikuti lomba pidato bahasa Mandarin di Jiangnan University yang merupakan tuan rumah perlombaan. Ada beberapa mahasiswa dari belahan negara manapun saat itu, seperti Korea Selatan, Jepang, Rusia, Nigeria, Mesir, dan salah satunya juga adalah Indonesia.

Sebelum hari-H perlombaan, saya dibantu dengan dosen serta teman-teman sangat giat menghafal, dan berlatih untuk kelancaran saat perlombaan. Tema pidato saya saat itu adalah tentang “One Belt One Road” dan membawa budaya Taiji Tiongkok. Nah, karena sebelum berpidato itu harus menampilkan suatu keahlian budaya Tiongkok, maka saya harus berlatih bela diri Taiji saat itu bersama mahasiswa lokal yang telah diminta oleh dosen untuk mengajari saya.

Ya, waktunya sangat mepet sekali saat itu, selain harus belajar bela diri Taiji secara mendadak, juga harus melancarkan pidato dalam bahasa Mandarin.

Saat belajar seni Wushu bersama mahasiswa lokal
Saat belajar bela diri Taiji bersama mahasiswa lokal

Cukup sulit sih untuk menguasai dan menghafal gerakan bela dirinya, selain harus sabar juga harus mengalir gerakan demi gerakan. Selanjutnya sebelum hari-H, saya juga mengasah keberanian dan mental saya untuk tampil di depan audiens dengan cara berpidato terlebih dahulu di kelas, seperti pada foto di bawah ini.

Alhamdulillah, setiba hari H saya pun langsung mengambil nomor urutan untuk tampil, dan saat itu saya mendapatkan urutan ke 14. Dalam hati saya berkata, “Alhamdulillah, masih sempat untuk latihan sedikit-sedikit”, hehehe.

Foto pada saat giliran berpidato

Singkat cerita, Alhamdulillah proses penampilan pun berjalan dengan lancar, walaupun pada saat penampilan seni bela diri Taiji agak kaku dan lupa-lupa gerakannya. Hahaha, ya iyalah waktu latihan cuma sekitar 2-3 hari. Tetapi saya cukup puas dengan penampilan saat itu.

Tiba saatnya gilliran peserta terakhir, pengumuman pemenang lomba diberitahukan hari itu juga. Dan Alhamdulillah, Allah memberikan saya kesempatan untuk mendapatkan juara kategori ke-3 bersama peserta lainnya.

Pembagian piagam juara lomba pidato
Pembagian piagam juara lomba pidato

Alhamdulillah, sungguh salah satu pengalaman yang sangat berharga, bisa membawa nama baik tempat kelahiran walaupun tak mendapatkan urutan yang pertama. Terlebih bisa meng-update mental dan keberanian dalam berbicara bahasa Mandarin.

Intinya adalah jangan pernah ragu terhadap kemampuan diri sendiri, kita tak akan pernah tau sejauh mana kita telah belajar apabila kita tidak menguji atau mengetesnya. Kegagalan ataupun kesalahan dalam proses adalah yang terpenting, kita bisa mengetahui hal apa yang harus kita perbaiki, agar kita mampu untuk menjadi lebih baik lagi dan tak mengulangi kesalahan yang sama.

Terima kasih teman-teman dan dose yang telah mendukung saat itu. Oh ya, silakan apabila teman-teman ingin bertanya lebih detail tentang artikel ini, ataupun hal lainnya, bisa terbangkan pesan pada kolom komentar di bawah ini ya.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

Adam Suchi Hafizullah
Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

Seorang pemuda yang berasal dari kota kecil Muara Enim sedang bergelut di bidang teknologi informasi untuk keluarga kecilnya kelak.

FIND ME ON