Journey

Perjalanan Kuliah ke Tiongkok Bagian 2

on
September 29, 2019

Perjalanan Kuliah ke Tiongkok Bagian 2 – Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan untuk menulis perjalanan kuliah bagian ke-2 ini. Jadi yuks teman-teman kita lanjutkan saja cerita bagian 1 sebelumnya.

Saya pun resmi menjadi mahasiswa kampus STMIK Multi Data Palembang tahun 2014, itu ditandai dengan angka 14 yang ada di baju Ospek saya. Hah? Ospek? Ya tentu saja saya sebagai mahasiswa baru harus mengikuti Ospek saat itu.

Baju kaos Ospek Angkatan 14 STMIK MDP
Baju kaos Ospek Angkatan 14 STMIK MDP (Foto tahun 2014)

1 Minggu penuh, dari pagi hingga petang saya mengikuti Ospek di MDP sebagai mahasiswa baru, dengan mengenakan baju kaos berwarna merah menandakan saya merupakan mahasiswa jurusan Teknik Informatika. Walaupun melelahkan tetapi Ospek juga seru… Mengingatkan kembali masa-masa orientasi siswa ketika SMK dulu, bertemu banyak teman baru, dan dosen-dosen yang ilmunya tak diragukan.

Singkat cerita, setelah mengikuti upacara penutupan Ospek, dan benar-benar resmi menjadi mahasiswa MDP, sayapun masuk ke kelas di bangku kuliah untuk pertama kalinya. Saya cukup optimis terhadap diri saya sendiri untuk jurusan Teknik Informatika saat itu, karena saya Alhamdulillah sudah memiliki bekal dasar-dasar informatika dan pemrograman saat SMK kemarin. #SMKMemangKeren.

Kampus Inovasi Multi Data Palembang
Kampus Inovasi Multi Data Palembang

Setelah perkenalan pertama kali di depan kelas, dan mengikuti rangkaian kelas selama kurang lebih 3 hari pasca 1 Minggu Ospek… Nah, di sinilah cerita perjuangan menembus tirai bambu tiba.

Siang hari sepulang kuliah, ketika saya sedang berada di kamar kosan yang berukuran kurang lebih 4×4 meter yang sudah termasuk kamar mandi di dalamnya itu, tiba-tiba ada telepon masuk dari Kepala Sekolah SMK saya, yaitu Ibu Misniati. Kurang lebih beliau berkata seperti ini.

“Assalamu’alaikum, halo Dam… Dam Ibu dapet info kalo Dinas Pendidikan Sumsel ada mengadakan seleksi beasiswa kuliah ke China, datanglah ke kantornya sekarang sambil membawa berkas-berkas”

Saya pun kaget dan tiba-tiba terduduk di atas kasur serta merenung. Is it a dream? Apakah ini mimpi? Hahahaha, lebay ngga sih? Sayapun bergegas bersiap-siap untuk berangkat ke kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, tapi masalahnya… Saya tidak tahu di mana itu kantornya hahaha. Sebagai anak IT yang kepepet, sayapun ngecek Google Map untuk mengetahui di mana lokasi kantornya.

Lokasi kos-kosan saya waktu itu, tepat di belakang kampus MDP
Lokasi kos-kosan saya waktu itu, tepat di belakang kampus MDP

Karena zaman dulu belum ada ojek online seperti sekarang, saya pun kebingungan harus naik angkot mana saja untuk pergi ke kantor itu, tetapi Alhamdulillah ada satu senior MDP yang juga tinggal di kos-kosan yang sama, btw bukan satu kamar yak hehehe. Sayapun langsung menemuinya, dan meminta tolong untuk mengantarkan saya ke kantor Dinas Pendidikan, tapi tidak enaknya adalah beliau seorang perempuan, dan sayapun tidak biasa dibonceng perempuan. Bonceng perempuan aja tidak biasa, apalagi dibonceng hahaha. Because the power of kepepetlah, mau tidak mau… Ya sudah terpaksa hahaha.

Ngeeeeng… Berangkatlah saya dan kakak senior yang mengendarai motor maticnya untuk pergi ke kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Di jalan, kami cukup kebingungan di mana lokasi kantornya, karena kakak senior itu juga tak pernah ke kantor Dinas Pendidikan itu, tetapi Alhamdulillah setelah 15 menit di atas motor kamipun tiba di kantor yang cukup sepi itu.

Eh ternyata dan ternyata… Kantor yang kami lihat itu adalah kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel yang lama. Subhanallah… Akhirnya saya turun dari motor untuk bertanya alamat ke salah satu masyarakat di sana, lalu kamipun berangkat lagi untuk menuju ke kantor Dinas Pendidikan yang sebenarnya.

Alhamdulillah setelah 15 menit kedua di atas motor, kamipun tiba di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel yang sebenarnya, dan bukan KW hahaha. Setelah tiba, kakak senior bertanya kepada saya, “Dam, nak ditunggu dak?” Sayapun meminta kakak senior untuk menunggu sebentar, karena saya kira seleksinya tidak akan memakan waktu yang lama.

Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan
Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan

Sayapun berjalan masuk ke ruangan pertemuan Dinas Pendidikan Sumsel, terlihat di sana ada total 40 siswa-siswi lulusan SMK se-provinsi Sumatera Selatan. Singkat cerita, seleksi beasiswa kuliahpun dimulai, dari 40 siswa-siswi, hanya diambil 20 orang saja untuk tahun 2014 yang akan menerima beasiswa. Proses seleksinya ternyata cukup lama, sayapun sungkan dengan kakak senior yang menunggu lama.

Singkat cerita proses seleksi wawancarapun selesai, saat seleksi kami ditanyai apakah siap untuk kuliah ke Tiongkok, ditanya tentang bahasa Inggris, dan penguji juga melihat nilai-nilai rapor SMK. Kami para pesertapun diinfokan bahwa hasil seleksi akan diumumkan besok harinya di website Dinas Pendidikan Sumatera Selatan.

Sayapun turun dari ruangan pertemuan itu, tetapi masalah tidak hanya sampai di situ, sebelum mengikuti seleksi tadi, sebenarnya ada berkas yang kurang yang tidak saya bawa, sehingga Alhamdulillah saya tetap diizinkan untuk ikut seleksi dan menyusulkan berkasnya dikemudian hari.

Kembali saya bertemu kakak senior yang telah lama menunggu di lobby kantor, dari kejauhan saya melihatnya hanya bermain dengan smartphonenya. Sayapun berkata, “Wah, maaf kak… Ternyata lamo seleksinyo” Memang lama sih, mungkin kurang lebih kakak senior itu menunggu selama 3 – 4 jam.

Kami berduapun tiba di kos-kosan dengan selamat, tanpa nyasar-nyasar lagi hahaha. Sayapun sangat berterima kasih kepada kakak senior itu yang sudah mengantarkan dan menunggu lama untuk seleksi beasiswa kuliah ke Tiongkok. Apabila kakak itu masih ingat saya, dan membaca cerita perjalanan bagian ke 2 ini, saya ingin sekali lagi mengucapkan terima kasih banyak.

Alhamdulillah, sayapun bisa istirahat di kamar sembari bookmark link pengumuman yang ada di web untuk besok pagi.

Oke teman-teman, cerita bagian ke 2 ini cukup sampai di sini dulu ya! Insya Allah bagian ke 3 kita akan mengecek pengumuman beasiswa kuliahnya.

Terima kasih, sampai jumpa. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

Adam Suchi Hafizullah
Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

Seorang pemuda yang berasal dari kota kecil Muara Enim sedang bergelut di bidang teknologi informasi untuk keluarga kecilnya.