Journey

Terbatasnya Akses Media Sosial di Tiongkok, Sulitkah?

on
November 22, 2019

Terbatasnya Akses Media Sosial di Tiongkok, Sulitkah? – Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Tahukah teman-teman kenapa negeri Tiongkok membatasi penggunaan media sosial buatan barat bagi masyarakatnya? Banyak teman-teman yang penasaran tentang hal ini, dan pada artikel kali ini saya ingin berbagi cerita pengalaman pribadi.

Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu dulu, pemerintah Tiongkok mengambil kebijakan di sini dalam hal membatasi yang bagaimana? Apakah terbatas jam aksesnya, atau terbatas penggunaan bagi umur tertentu, dll.

Tahukah teman-teman bahwa faktanya di Tiongkok semua media sosial internasional atau buatan barat seperti Facebook, Google, Twitter, Youtube, WhatsApp, Line, Instagram, dll itu diblokir aksesnya oleh kebijakan yang dibuat pemerintah Tiongkok, hingga masyarakat lokal ataupun turis yang tinggal di daratan Tiongkok tidak bisa mengakses media sosial tersebut.

Sebenarnya media sosial yang diblokir tersebut masih bisa diakses dengan menggunakan bantuan VPN (Virtual Private Network) namanya, sebagai aplikasi tambahan untuk membantu menembus firewall dari Tiongkok. Nama aplikasi VPNnya misalkan, Psiphon, VPN Master, TurboVPN, dll yang bisa kita download di Google Playstore atau AppStore di iOS. Tetapi dalam penggunaan VPN ini, kita harus berhati-hati. Karena ada banyak kasus bahwa aplikasi VPN yang illegal dan nakal bisa saja disisipi virus yang dapat memantau aktivitas smartphone kita.

Lalu kenapa sih media sosial itu diblokir? Kan jadi susah? Apa sih alasannya? Jawabannya adalah karena Tiongkok itu ambisi dengan penggunaan hasil karya atau produk asli dari negaranya sendiri. Mereka ingin masyarakatnya benar-benar menggunakan produk lokal, terlebih dalam penggunaan media sosial atau bidang teknologi ini.

Baidu.com, Googlenya Tiongkok
Baidu.com, Googlenya Tiongkok

Semua media sosial yang mirip seperti Facebook, Google, Youtube, WhatsApp, dll itu mereka punya sendiri. Misalnya Googlenya Tiongkok adalah Baidu, Facebooknya adalah Weibo, Youtubenya adalah Youku, WhatsAppnya adalah WeChat atau QQ, Gmailnya adalah QQmail, dan lain sebagainya.

Begitu juga dalam hal bahasa, Tiongkok ingin seluruh dunia ini menguasai bahasa Mandarin, dan ingin menyalip peringkat bahasa Inggris. Itulah kenapa tak heran bahwa beasiswa kuliah atau beasiswa belajar bahasa di Tiongkok itu banyak, serta mudah didapatkan (asalkan kita gigih untuk melengkapi berkas-berkasnya saja).

Nah tentang benefit atau keuntungan apa yang Tiongkok dapatkan dari diblokirnya akses media sosial barat, tentu saja sebenarnya ada kelebihan dan kekurangannya sih. Menurut pendapat saya, kelebihannya adalah produk lokal asli Tiongkok jadi lebih meningkat nilai saingnya di mata masyarakat ataupun internasional, income atau pendapatan lebih maksimal masuk ke perusahaan lokalnya, hingga memacu munculnya teknologi-teknologi baru yang tak kalah bersaing dengan produk barat.

Sedangkan kekurangannya adalah masyarakat Tiongkok jadi tertutup atau kurang pengetahuan tentang informasi internasional. CMIIW.

Bagaimana menurut pendapat teman-teman sekalian? Apakah layak Indonesia menerapkan hal yang serupa? Pendapat saya pribadi adalah Indonesia belum waktunya untuk menerapkan hal seperti ini. Pertama, karena kita adalah negara menganut sistem demokrasi, kondisinya berbeda dengan Tiongkok. Kita bebas berpendapat dan bebas mau menggunakan apa saja.

Selain itu produk lokal asli negara kita juga belum siap bersaing, belum ada produk kita misalnya fitur-fitur media sosialnya mampu menyamai atau setidaknya mendekati raksasa Facebook, dan lain sebagainya. Serta, masyarakat kita sudah terlalu nyaman dengan produk barat, hingga butuh waktu dan mungkin akan sulit untuk move on ke produk lokal yang bisa saja awalnya tak se-enjoy pengalaman penggunaannya daripada produk barat.

Indonesia mungkin bisa saja menerapkan hal yang serupa suatu saat nanti, tetapi kini mari perkuat dan edukasi terlebih dahulu SDM yang ada, apakah mampu SDM kita menciptakan teknologi yang serupa? Saya yakin SDM kita sangat mampu, tetapi mereka menunggu waktu yang tepat saja.

Selain itu masyarakat juga harus benar-benar mendukung produk lokal. Selama ini salah satu problem kita adalah kurangnya dukungan masyarakat terhadap produk lokal. Ya, produk apapun itu… tidak cuma produk dari bidang teknologi.

Oh ya, satu lagi… Waktu itu Kemkominfo sempat membatasi akses media sosial kan ya? Lah itu aja selama 1 atau 2 hari masa dibatasi akses media sosial aja, masyarakat kita udah ribut sana-sini? Bagaimana kalau permanen? Hehehe. Insya Allah semua butuh waktu.

Silakan teman-teman apabila ada saran atau masukan tentang artikel ini bisa tuliskan di kolom komentar ya.

Terima kasih, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

Adam Suchi Hafizullah
Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

Seorang pemuda yang berasal dari kota kecil Muara Enim sedang bergelut di bidang teknologi informasi untuk keluarga kecilnya kelak.

FIND ME ON